dakwatuna.com – Damaskus. Para aktivis kemanusiaan
di Suriah menyatakan bahwa lebih dari 30 anak-anak meninggal dunia dalam
serangan udara ke sebuah sekolah di kota Aleppo. Dalam waktu yang tak
jauh berbeda, sejumlah warga juga meninggal setelah militer rezim Asad
menjatuhkan bom barel di kota yang sama.
Aljazeera, Rabu
(30/4/2014), mengabarkan bahwa serangan roket telah menarget anak-anak
yang sedang belajar di kelas-kelas mereka. Selain lebih dari 30 orang
korban meninggal, ada puluhan lain yang luka-luka. Beberapa di antaranya
dalam keadaan kritis. Padahal rencananya, seusai pelajaran, anak-anak
itu akan menghadiri sebuah pameran lukisan anak-anak di sekolah Ain
Jalut.
Menurut reporter Aljazeera, pesawat tempur yang melancarkan
serangan itu masih berputar-putar di udara sehingga menghalangi upaya
evakuasi. Serangan ini terjadi setelah pihak pejuang revolusi dan rezim
Asad menyepakati gencatan senjata. Sehingga serangan ini adalah
pelanggaran yang dilakukan oleh rezim Asad.
Sementara itu, sekolah
dasar Ain Jalut juga mendapatkan serangan berupa bom barel. Gedung
sekolah rusak parah, dan potongan-potongan tubuh anak-anak tercecer di
areal sekolah yang berada di bawah kekuasaan pejuang revolusi itu.
Petugas pemadam kebakaran juga masih mengevakuasi tubuh-tubuh yang
tertimbun reruntuhan. Selain ke sekolah, militer rezim Asad juga
menjatuhkan bom barel di lokasi lain di Aleppo yang menjauhkan banyak
korban. (msa/dakwatuna)
Ditulis Oleh : Pengelola ~ Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Karakter

Tidak ada komentar :
Posting Komentar