Artikel Inspirasi Artikel Inspirasi
Tampilkan postingan dengan label Artikel Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

Tiga Tahapan Mendidik Anak Ala Rasulullah



Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9)
Sahabat sekalian, setiap orangtua mendambakan anak yang shaleh, cerdas, dan membanggakan, akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras.
Kita sebagai orangtua lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua!
Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.

Sabtu, 15 Maret 2014

5 (lima) Nasehat Lukmanul Hakim Kepada Anaknya


Kewajiban orang tua terhadap anak tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan lahiriah saja, namun dari segi batiniyah pun demikian. Di mana salah satunya pendidikan juga menjadi kewajiban orang tua. Tuntunan mendidik anak yang baik dan sesuai dengan syariat Islam sudah banyak dipaparkan secara detail di dalam Al-Quran dan hadits. Tentu, kualitas dan metode yang digunakan orang tua dalam mendidik anak sangat menentukan karakter dan kepribadian  anak.Terkait mendidik anak, Allah membuat satu surah khusus yang membahas tentang seorang ayah yang mendidik anaknya sesuai dengan syariat Islam. Yaitu surah Luqman. Buku Wasiat Luqman al-Hakim karangan Syeh Mustafa al-Adawi ini, merupakan salah satu buku yang membahas hal tersebut. Luqman adalah laki-laki yang diberi al-Hikmah oleh Allah. Dia mengingatkan kita melalui nasihatnya pada putranya agar kita mengambil manfaat dan faedah darinya.
1.      Waspada terhadap syirik. Syirik (mempersekutukan Allah) merupakan salah satu dosa besar. Seperti firman Allah, “…Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman: 13). Selain itu, syirik juga dapat menghapus amal dan menghilangkan pahala, serta diharamkannya surga bagi pelaku syirik.

2.      Tentang berbuat baik kepada kedua orang tua. Sebab orang tua mempunyai hak terbesar setelah hak Allah dan Rasul-Nya, seperti firman Allah. “… dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua… (An-Nisa’:36). Namun, ketaatan kepada orang tua selama tidak menyimpang dari ajaran Allah.

3.  Wasiat Luqman kepada anaknya yaitu tentang anjuran untuk berbuat baik kepada orang lain, serta pengawasan dan balasan Allah pada setiap yang kita kerjakan, seperti firman-Nya. “… dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat maka tidak seorangpun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkan (pahala). Dan cukuplah Kamu membuat perhitungan. (Al-Anbiya’:47).

4.     Luqman juga berwasiat kepada anaknya tentang mengerjakan shalat. Shalat mempunyai berbagai faedah bagi manusia. Bahkan, shalat dapat menghapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), seperti hadits nabi, “Shalat lima waktu digunakan Allah dalam menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR Bukhari no. 528 dan Muslim no. 557) (hal 61).

5.  Luqman berwasiat tentang melaksanakan yang makruf dan mencegah yang munkar. Karena perbuatan tersebut menjadi penyelamat di dunia dan akhirat, seperti firman Allah “… dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (Ali Imran: 104) (hal 66).


Rabu, 05 September 2012

Tahukan Anda ?

Negara Pendidikan Terbaik Di Dunia

Banyak yang beranggapan bahwa pendidikan di negara-negara maju lah yang akan menyandang predikat pendidikan terbaik No 1 di dunia (seperti AS, GERMANY, FRANCE, JAPAN ,ENGLAND, RUSSIAN).
Tapi ternyata dan sesungguhnya, berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif  pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Peringkat 1 kategori Pendidikan terbaik dunia ini dipegang oleh F-I-N-L-A-N-D-I-A . Survei tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment). Survei ini mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya lagi, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Intinya Finlandia berhasil mencerdaskan semua anak didiknya. Jika dibandingkan negara-negara di Eropa anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidak menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, juga tidak memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia , yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu. Kira-kira apa sih yang membuat Negara ini bisa sukses mendidik para siswanya sampai menjadi Top No.1 d dunia?
Ternyata kuncinya terletak pada “kualitas guru”.