Pendidikan Karakter Pendidikan Karakter
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Karakter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Karakter. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Mei 2012

6 Ciri-Ciri Sekolahnya Manusia

KEBERHASILAN pendidikan Indonesia secara makro sangat ditentukan oleh jutaan institusi mikro yang bernama sekolah. Rangkaian jutaan sekolah itulah yang akan menentukan bangunan kualitas pendidikan di negara tercinta ini. Singkatnya, apabila mikro sekolah tersebut unggul, dapat dipastikan kualitas pendidikan, bahkan sumber daya manusia, akan terdongkrak menjadi unggul pula.
Menurut penulis, akan lebih baik apabila istilah ”sekolah unggul” diubah menjadi ”sekolah manusia”. Maklumlah, kriteria unggul akan melahirkan banyak versi. Namun, istilah ”manusia” tentu semua orang sepakat. Segala sisi hakikat manusia harus terwakili dalam proses pendidikan manusia itu sendiri.
Indikator sekolah manusia adalah:
Character Building
Manusia hakikatnya terdiri atas dua dimensi. Dimensi jasmani dan rohani. Dua dimensi itu selayaknya harus tersentuh proses pembelajaran dalam hidup manusia. Apabila porsi pendidikan terhadap dua dimensi tersebut tidak seimbang, terutama minim pada dimensi rohani, akan terjadi ”bencana akhlak”. Tidak ada lagi makhluk yang bernama kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, saling menghargai, dan lain-lain.
Character building (CB) adalah bidang studi yang memenuhi kebutuhan rohani setiap manusia. Namun, sedikit sekali sekolah yang menerapkan CB sebagai bidang studi. Yang ada, materi akhlak menjadi satu dengan materi akidah dalam bidang studi agama.

Senin, 26 Maret 2012

“Manusia Pengkritik atau Manusia Pembelajar?”

Affiliate Marketing Forum
Affiliate Marketing Forum




Sahabatku, Manusia Pengkritik disebut pula Manusia Perfeksionis. Jenis baru spesies manusia diabad ke-21 ini. Jika manusia biasa mempunyai nama ilmiah Homo sapiens , maka spesies Manusia Perfeksionis mempunyai nama ilmiah Homo sapiens perfecto. Manusia Perfeksionis mempunyai gambaran seperti manusia bertanduk dua di kepala, otaknya super genius (melebihi manusia jenius abad ini), dengan badan yang tegap dan kuat. Tepat seperti apa yang digambarkan Charles Darwin, dalam teori Evolusinya.
Bentuk lain dari manusia Perfeksionis adalah manusia Narsis, dan manusia Holic, Tetapi nampaknya manusia Pengkritik lebih berbahaya, dari kedua jenis ini. Manusia Pengkritik bisa membuat spesies homo sapiens punah, sebab dialektika keahlian menjatuhkan spesies homo sapiens melalui senjata mulutnya dan senjata tangannya mampu menciptakan disintegrasi mental. Sementara manusia Narsis tidak cukup merugikan spesies Homo sapiens -tidak berbahaya- hanya ingin tampil perfeksionis dimata spesies kaum Homo sapiens. Jika manusia Holic, juga dapat memusnahkan manusia Homo sapiens, hanya riil melalui tindakan, perbuatan dan perilakunya.
Keahlian utama dari manusia pengkritik –seperti namanya- yaitu Mengkritik. Jangan ditanya apakah kemampuan mengkritiknya sehebat apa. Sangat-sangat hebat. Bahkan sudah lama manusia Pengkritik mempunyai andil dalam menciptakan pekerjaan baru: “kritikus”. Keahlian kritikus tidak dimiliki oleh sembarang orang, hanya orang yang memiliki daya pandang berbeda dari berbagai sudut saja mampu menjadi kritikus profesional. Jadi jika kita menemukan, seorang yang mempunyai bakat dan minat tinggi dibidang kritik-mengkritik, jangan lantas keburu dibenci, tetapi hargailah mereka dengan menempatkannya pada bidang kritikus ini.

Kamis, 15 Maret 2012

Budaya Baca dan Tulis Masyarakat Jepang

Jepang adalah satu-satunya negara di Asia yang mempunyai kedudukan sejajar dalam iptek dan perekonomian dengan raksasa dunia seperti Amerika. Tak heran, jika perdana mentri Malaysia Mahatir Muhammad, menjadikan Jepang sebagai kiblat pengembangan iptek ketimbang barat.
 Cerita mengenai kehebatan Jepang dapat bangkit dengan cepat dari puing-puing kekalahan perang dunia kedua, menginspirasi banyak negara di Asia untuk dapat menjadi seperti Jepang. Sifat dasar orang Jepang memang tekun dan pekerja keras. Selain itu rata-rata dari mereka mempunyai keinginan untuk selalu belajar dan selalu memperbaikin hasil kerja mereka. Mungkin sifat-sifat dasar ini menjadi salah satu pendukung kehebatan masyarakat Jepang dalam membangun negaranya. Keinginan untuk selalu belajar ini tercermin pada tingginya budaya baca dan tulis masyarakat Jepang.
Banyaknya fasilitas membaca, surga buat penggemar bukuMenurut data dari bunkanews (situs khusus tentang media massa berbahasa Jepang), jumlah toko buku di Jepang adalah sama dengan jumlah toko buku di Amerika Serikat. Amerika Serikat adalah dua puluh enam kali lebih luas dan berpenduduk dua kali lebih banyak daripada Jepang. Karena itu, data ini menunjukkan bahwa toko buku sangat banyak di Jepang, mudah dijangkau, dan berada sangat dekat dengan masyarakat Jepang. Sebuah kelebihan yang membuat bahagia para konsumen buku dan penerbit tentunya. Juga menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap budaya membaca.

Rabu, 14 Maret 2012

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar Anak
Percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.
Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.
Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “lha tadi sudah tanya, tanya lagi dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak. Ada barang baru dirumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.
Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?

Selasa, 03 Januari 2012

Mengapa Perlu Pendidikan Karakter ?


Pendidikan karakter antara lain bertujuan untuk mengurangi perilaku destruktif pada anak, remaja, dan orang dewasa. Hal ini merespons meningkatnya berbagai perilaku destruktif berkaitan dengan kurangnya keteladanan yang menyebabkan perilaku menyimpang pada anak dan remaja. Contohnya perilaku ugal-ugalan di jalan, premanisme di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, pembangunan bangsa saat ini harus lebih terarah dan berkesinambungan. Pendidikan karakter sebaiknya ditanamkan sejak dini melalui penerapan nilai-nilai keteladanan tentang nilai-nilai kebajikan dan keteladanan. Nilai-nilai kebajikan ini dapat berakar pada agama, budaya, kewarganegaraan, dan konsensus umum tentang budi pekerti